Garuda yang Menggemaskan

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yang saya kutip arti kata gemas adalah : sangat jengkel (marah) dl hati, sangat suka (cinta) bercampur jengkel.  Benar benar definisi yang sangat tepat untuk menggambarkan perasaan saya tadi malam ketika menyaksikan Pasukan Merah Putih menjalani laga Pra Kualifikasi Piala Dunia 2014 leg ke-2 melawan Turkmenistan yang berkesudahan 4-3.  Bersyukur sih lolos ke putaran grup mengingat terakhir kali timnas tampil di putaran grup adalah Pada saat kualifikasi Zona Asia Pra Piala Dunia 1986 (mohon koreksi nya kalau salah).  Sangat bersyukur bahwa di tengah kondisi yang sangat tidak mengenakkan … euforia massal yang diakhiri kekalahan cukup menyesakkan dari Malaysia, dilanjutkan dengan drama pergantian rezim kepengurusan di PSSI yang sangat menguras energi.  Tapi saya tetap menyimpan kekhawatiran mendalam mengenai mental bertanding pasukan Garuda.

Beberapa hal yang saya catat sepanjang saya mengikuti perjalanan timnas :

  1. Selalu memaksakan diri melewati lawan, dan ketika bola berhasil direbut lawan maka hasilnya sudah bisa ditebak … pelanggaran !!! sebab meskipun berstatus timnas tetap saja tacklingnya adalah hasil didikan liga Indonesia, makanya sebagian besar berakhir dengan pelanggaran, itupun masih bisa berujung kartu karena si pemain “keukeuh” bahwa tacklingnya kena bola bukan kaki.
  2. Terlalu gampang diprovokasi lawan, artinya masih kurang cerdas menyikapi pertandingan.  Dalam sebuah pertandingan, biasanya tim tuan rumah atau unggulan selalu punya keuntungan lebih baik itu dukungan penonton maupun faktor psikologis tempat pertandingan.  Oleh karena itu biasanya tim lawan menyiasati ini dengan presing ketat, possession football tapi di daerah sendiri, mengulur waktu, memancing emosi dengan sedikit aksi diving yang tujuannya adalah meminimalisir faktor keunggulan yang saya sebutkan tadi.  Hal inilah yang kurang dari timnas kita selama ini, pendekatan terhadap pertandingan masih sangat konservatif.
  3. Mental bertanding yang kurang bagus sehingga cuma ada 2 pilihan yaitu meremehkan lawan atau minder :D

Kembali lagi kepada kondisi timnas saat ini, sebenarnya dengan kulaitas pemain yang ada sekarang peluang yang dimiliki untuk berprestasi cukup besar.  Yang diperlukan disini adalah penanaman disiplin permainan kepada para pemain.  Sebagai contoh adalah Okto Maniani, pemain ini menurut saya punya bakat yang sangat besar dengan kecepatan yang dimiliki nya.  Tetapi hanya mengandalkan kecepatan saja tidak akan cukup, karena si pemain juga harus membekali dirinya dengan visi permainan yang bagus, mental baja, dan fisik yang prima.  Kalau melihat permainan Okto akhir akhir ini saya sedikit prihatin, karena jika tidak segera berbenah hanya akan menjadi beban tim.  Okto dimainkan karena pelatih berharap dia akan bisa menyisir sisi lapangan dengan cepat dan memecah konsentrasi pemain lawan.  Tapi kita bisa lihat apa yang terjadi … lebih sering okto hanya terjebak adu sprint dengan pemain lawan, dan ketika bola hilang biasanya akan terjadi pelanggaran seperti yang sudah saya sebutkan di awal tadi.

Kondisi lini belakang juga sedkit mengkhawatirkan, memang kita punya pasangan bek sayap terbaik saat ini pada diri Nasuha dan Zulkifli Syukur (mengingatkan saya pada duet Anang Maruf dan Aji Santoso).  Akan tetapi kita tidak pernah punya bek tengah yang betul betul tenang dan lugas dalam menghalau setiap serangan (belum ada penerus Bejo Sugiantoro).  Buat saya … bek tengah itu tugasnya ya memastikan tidak ada bola yang melewati dia dan memastikan bola sesegera mungkin meninggalkan kotak penalti sendiri.  Nggak usah mikir dioper ke gelandang, buang aja langsung jauh jauh, kan udah jadi tugas gelandang buat nyari bola :D

Sekali lagi tulisan ini hanya sekedar opini pribadi saja, karena buat saya mendukung suatu tim itu tidak hanya soal menang kalah saja.  Bahwa pecinta bola juga sedikit banyak harus tahu seperti apa seharusnya sebuah pertandingan itu dijalankan sehingga tidak membabi buta, perayaan berlebihan ketika menang dan rusuh ketika kalah.  Sekian … terima kasih

Ditulis pada Artikel serba serbi | Tinggalkan Komentar

Mudikaholic

Hmmmm … nggak terasa ya dah mau masuk bulan puasa lagi.  Dan ini berarti ritual ritual yang menyertainya pun kembali dilakukan oleh mereka yang berpuasa, bahkan yang nggak puasa sekalipun.   Ziarah ke makam keluarga, saling meminta maaf sebelum puasa, ramai ramai bersih bersih masjid dan rumah … dan tentu saja yang paling khas adalah persiapan mudik. Berbicara tentang masalah mudik tentu tidak akan ada habisnya, dari persiapan material (karena musim mudik berbanding lurus dengan keinginan penjual jasa transportasi untuk mengeruk untung heheheh) sampai persiapan mental (deg degan bisa dapet tiket ga, kalaupun dapet apa iya sisa duitnya bisa buat ngasih angpau ke ponakan :D ).  Sampai umur saya di pertengahan 20 an ini (bagian ini adalah fiksi semata :P ) saya sudah belasan kali menjalankan ibadah mudik, yah mumpung masih lengkap ga papa kan keluar usaha lebih banyak biar bisa ketemu keluarga.  Nah karena sudah berulangkali makanya tulisan saya ini tidak akan membahas masalah kemudikan saya (hmmm apa istilah yg tepat ya :D ).  Saya lebih senang untuk membahas apa yang terjadi ketika saya memutuskan untuk tidak mudik.

Sampai sekarang saya baru 2 kali absen mudik dan merayakan Lebaran jauh dari keluarga besar.  Yang pertama adalah tahun 2006 … tepatnya ketika saya ditugaskan di daerah perbatasan provinsi NAD (sekarang katanya dah ganti lagi jadi prov Aceh :D ) dan Sumut.  Ketika itu sebetulnya sudah mendekati masa masa berakhirnya kontrak kerja saya di sana jadi sayang aja kalo memaksakan untuk mudik.  Dan jadilah saya hanya berlebaran berdua bersama sopir heheheh.  Kesepian …. jelas, kangen keluaraga … apalagi, tapi yang paling terasa saat itu adalah susah nyari makanan.  Berharap makanan lebaran dr tetangga kan paling banter 2 hari, karena selebihnya bisa menimbulkan marabahaya hahahahahah.  Untungnya waktu itu sudah numpuk lauk pauk kering dan bumbu dapur … sayangnya minyak tanah lupa dikontrol hahahahaha.  Dan kira kira seminggu kemudian kesepian kami berakhir karena para pelaku mudik sudah mulai berdatangan … tentu saja dengan segepok oleh oleh.

Pengalaman yang kedua adalah tahun 2010 atau tahun lalu … karena waktu itu si Mata Bulat masih terlalu kecil untuk dibawa menembus kejamnya suasana mudik (lebay :P ).  Jadilah kami berempat merayakan Lebaran pertama di ibukota … dan tentu saja ibukota berubah menjadi kota yang sangat menyenangkan karena lalu lintasnya sangat sangat bersahabat :P

Jadi sebetulnya nggak mudik itu kalau dibilang nggak menyenangkan ya ternyata cukup  menyenangkan juga, dibilang menyenangkan ya ternyata tetep ada kangen nya juga sama keluarga besar … karena semuanya kembali lagi kepada pertimbangan yang bersangkutan.  Dan tentu saja pertimbangan pertimbangan yang diambil tentu saja berbeda beda untuk tiap orang … jadi ya nikmati saja.  Yang penting jangan sampai lupa bahwa yang lebih utama adalah ibadah puasanya bukan mudiknya … jadi, ya selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan dan kekhilafan, buat yang mudik (termasuk saya :D ) hati hati di jalan … bawa uang seperlunya aja, dandan seperlunya juga … Ati ati ya.

Ditulis pada Coretan ngaco | Tinggalkan Komentar

Common Problems in Pediatrics

Demam, batuk-pilek, radang tenggorokan, diare, merupakan kondisi langganan anak-anak. Pelajarilah, agar dapat bertindak dengan tenang dan rasional, agar tidak tergopoh-gopoh mengambil obat dan mengobati gejala-gejala tersebut.

 IRRATIONAL USE OF DRUGS (IRUD)

 Pola pengobatan yang irrational menjadi concern seluruh dunia.  Minimal ada dua masalah utama perihal IRUD yaitu polifarmasi dan pemberian antibiotik yg berlebihan/tidak pada tempatnya. Masalah polifarmasi tanpa disadari sering terjadi, terutama saat anak sakit. Umumnya para dokter mengajukan minimal 3 alasan mengapa mereka cenderung “abusive”, yaitu :

1.      Kurang Pede

Kebanyakan dokter sering tidak yakin atau merasa kurang PEDE untuk menyatakan bahwa pasien tsb sakit akibat infeksi virus, yang tidak membutuhkan antibiotik. Para dokter juga merasa insecure takut pasien pindah ke dokter lain.

2.      Tuntutan Pasien

Tidak sedikit pasien, tanpa disadari, memilih bersikap pasif dan menganggap dokter tahu yg terbaik. Sehingga obat yang diberikan dokter pasti yang terbaik. Padahal dokter dapat bisa saja salah memberikan obat. Pasien yang irasional, sering menuntut dokter untuk memberikan antibiotik , karena menganggap antibiotik merupakan “obat dewa” yang bisa menyembuhkan segala kondisi. Pasien irrasional sering “menuntut” dokter sebagai “tukang sihir”, yang dapat memberikan obat yang cespleng. DOCTOR is a kind of MAGICIAN sehingga setiap kita ke dokter kita selalu berharap segera sembuh. Hal ini juga menimbulkan beban tersendiri bagi para dokter.

3.      Company Pressure.

Dalam Doctor-patient partnership, dokter sangat bergantung/membutuhkan pasien sebagaimana pasien bergantung / membutuhkan dokter.  Tindakan pasien akan sangat mempengaruhi tindakan sang dokter. Pasien yang irrasional akan mendorong dokter menjadi irrasional. Intinya adalah tanggung jawab atau kewajiban menyehatkan anak bukan hanya di bahu seorang dokter, tetapi juga orangtua sbg konsumen medis.

DEMAM

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tatacara merawat anak demam.

Bahayakah demam itu, Burukkah demam itu ?

Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam. There is something for many reasons.  Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu.  Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C) .

Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak > suhu demam stabil > suhu mulai turun.

Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.

 Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?

Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll. Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).

Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang bertugas :

  1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)
  2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subut di suhu rendah.

Perhatikan hal berikut :

  1. Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.
  2. Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.
  3. Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.
  4. Beri minum lebih banyak dari biasanya.  Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam.  Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

  1. Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C
  2. Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C
  3. Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C

Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

  1. Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare
  2. Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
  3. Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
  4. Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat
  5. Sesak napas
  6. Gelisah, muntah, daire

MENANGANI DEMAM

Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :

  1. Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak.  Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.
  2. Cegah dehidrasi. Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim.
  3. Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.
  4. Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.
  5. Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.
  6. Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.
  7. Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.
  8. Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :
  • < 38.5              : Tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan (minum banyak)
  • 38.5, uncomfortable : Beri obat penurun panas, kompres hangat
  • >38.5               : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter

      Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)

PILEK DAN FLU

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu. Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu

Tatalaksana:

  1. Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.
  2. Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.
  3. Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).
  4. Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.
  5. Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)
  6. Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

Pencegahan:

  1. Sering cuci tangan
  2. Hindari kontak erat dengan penderita flu
  3. Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.

Kapan menghubungi dokter?

  1. Persistent cough, fever > 72 hours
  2. Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru
  3. Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.

BATUK

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb).  Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya. Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb. Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.

Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk.  Infeksi kah atau bukan infeksi. Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi. Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi.  Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.

Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

  1. Minum banyak yang hangat misalnya lemon
  2. Jangan ada asap rokok
  3. Ruangan jangan kering (Moist air – kamar mandi – buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)
  4. Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi
  5. 5.      NO – ANTIBIOTICS. Ingat !  Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik
  6. NO cough suppressant.  Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.  Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !

DIARE

Hampir serupa dengan batuk, diare & muntah adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada manusia.  Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare & muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh kita.

Yang perlu dilakukan adalah mencari PENYEBAB nya.

Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya.  Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi tidak mengobati penyakitnya.

Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung.  Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko / efek samping.

PENYEBAB:

  1. >80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga dengan ROTAVIRUS.
  2. Food poisoning
  3. Alergi makanan,
  4. 4.      Pemakaian antibiotik.

TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI – Minum banyak

  1. ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit.
  2. Perbanyak minum.
  3. Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak dehidrasi).  Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi

Kapan menghubungi dokter?

  1. Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam
  2. Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.
  3. Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan
  4. Luar biasa lemas, layu

PRINSIP:

  1. Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab). Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida
  2. Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb.
  3. Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.

- INGAT – Jangan memberikan obat anti muntah!!!!

SEMBELIT

PENYEBAB:

Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang low-fiber, high-fat & high-sugar. Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:

  1. Kurang minum
  2. Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)
  3. Kurang gerak/olah raga, banyak duduk
  4. Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental

GEJALA:

  1. Sakit perut, melilit, mules, kembung
  2. Nafsu makan menurun
  3. Rewel
  4. Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)
  5. Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)
  6. Sering buang air kecil

TATALAKSANA :

  1. Minum banyak
  2. Pola makan yang kaya serat
  3. Lebih memperhatikan bowel’s habit dari anak.
  4. Melatih anak akan kebersihan.
  5. Berbicara & diskusi dengan anak.

Hubungi dokter jika terjadi hal berikut :

  1. Tidak BAB > 10 hari
  2. Sering / rutin mengalami konstipasi sejak lahir.
  3. Aktivitas sehari-hari menurun.
  4. Terdapat anal tears atau hemorrhoids
  5. Sulit mengejan saat BAB
  6. Ada darah di tinja

APAKAH ANTIBIOTIK ITU SEBETULNYA?

Antibiotik adalah obat untuk membunuh infeksi bakteri. ANTIBIOTIK TIDAK DAPAT MEMATIKAN VIRUS.

After their discovery in the early 20th century, they transformed medical care and dramatically reduced illness and death infectius diseases. Indeed, antibiotics are among the most powerful and important medicines known because when they are used properly, they can save lives.

Antibiotics = Against Life. Artinya antibiotik adalah suatu zat yang sifatnya mematikan kehidupan dalam hal ini, mematikan kuman.  Berdasarkan konsep “against life” tsb, beberapa ahli menyatakan bahwa penggunaan antibiotik dapat dikatakan sebagai penggunaan PESTISIDA bagi manusia (pesticide used on people).

APA BAHAYA PEMBERIAN ANTIBIOTIK YANG MEMBABI BUTA?

Setelah pemakaian antibiotik selama beberapa dekade, ternyata bermunculan banyak bakteri yang resisten (kebal) terhadap antibiotik. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian antibiotik yang tidak rasional/membabi buta, justru akan merugikan pasien dan khalayak luas. Antibiotik merupakan satu2nya obat yang memiliki dampak sosial yang besar.

Contoh. Anak X sering memakan antibiotik setiap kali demam atau pilek.batuk, diare. Cepat atau lambat, kuman-kuman di sekitar X menjadi kebal terhadap berbagai antibiotik.  Bila kuman yang resisten terhadap antibiotik tersebut menyerang anak Y, maka anak Y otomatis juga tiurut dirugikan, bukan hanya anak X.

Antibiotic resistance dapat membahayakan jiwa dan memperberat kondisi dan penderitaan si pasien yang mungkin infeksinya sebenarnya tidak berat tetapi kumannya tidak dapat dibunuh oleh berbagai antibiotik (padahal sebelumnya, infeksi kuman ni dengan mudah dapat diatasi). Kuman yang kebal terhadap antibiotik ini –berkembang biak dengan cepat, menyerang anggota keluarga lainnya, tetangga, teman sekolah, teman kerja – mengancam seluruh komunitas. Lingkungan terancam infeksi oleh kuman jenis baru, yang sudah berubah bentuk, yang lebih ganas, kuman yang sulit dibunuh oleh antibiotik.

(Original article written by Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed.  Di edit oleh Pemilik blog ini untuk disharing sebagai gejala yang sering muncul pada anak).  Tulisan ini diambil dari milis Sehat

Ditulis pada Artikel serba serbi | Tinggalkan Komentar

Happy anniversary dear …

Hari ini tepat 2 tahun sejak saya mengikat janji untuk menempuh hidup bersama wanita ini … jangan ditanya bagaimana rasanya, karena sampai saat ini pun saya masih bisa menemukan kata kata yang pas untuk menggambarkan 2 tahun yang penuh keajaiban

Happy anniversary dear … terima kasih sudah mendampingi dengan penuh kesabaran dan kesetiaan.  Terima kasih sudah mencurahkan semuanya untuk saya dan si bocah ajaib bermata bulat.

Happy anniversary dear … mudah mudahan 2 tahun dan tahun tahun berikutnya semakin menguatkan haluan bahtera ini … sampai waktu nya nanti.  Amin

Happy anniversary dear

Ditulis pada Coretan ngaco | Tinggalkan Komentar

Happy Birthday Son …

Rasanya seperti masih kemarin kami dengar tangismu untuk pertama kali

Rasanya seperti masih baru saja kami lihat mata bulatmu berkedip kedip untuk pertama kali

Lintang Aryasatya … bintang kemuliaan kami

Sang waktu telah menjalankan perannya dengan semestinya …

bintang mungil kami sekarang sudah bertambah besar

tumbuh menjadi bocah kecil luar biasa …

dengan segala keingintahuannya akan dunia di sekelilingnya

Lintang Aryasatya … bintang kemuliaan kami

Selamat ulang tahun nak …

melesatlah ke arah busur kemuliaan yang sudah berusaha kami arahkan

tetaplah menjadi bintang yang memberikan kemuliaan untuk dunia

tetaplah menjadi bintang di hati kami

Selamat ulang tahun nak …

yakinlah ketika saatnya nanti … engkau berhadapan dengan warna warni dunia

kami akan tetap di sini mengirimkan doa doa terbaik untukmu

mengajarkan yang terbaik untukmu

sebagai balasan kami atas titipan luar biasa yang sudah diberikan-Nya kepada kami

Engkau nak …

Happy Birthday Son …

Ditulis pada Coretan ngaco | Tinggalkan Komentar

Kami bukan orang tua jahat :(

Tadi malam sekitar jam 01.30 saya terbangun, bukan karena mimpi buruk tapi karena tiba tiba si mata bulat sudah nangkring di atas badan saya sambil ketawa ketiwi.  Memang sudah jadi kebiasaannya begitu bangun tidur yang dia lakukan pertama adalah …. bermain dengan apa saja hahahahah.  Singkat cerita setelah ganti pempers dan dibuatin susu akhirnya dia kembali lagi ke posisi favoritnya, meluk guling sambil ngeliatin langit langit pake mata ajaibnya.

Jujur … kadang saya merasa berdosa tiap kali melihat si mata bulat dengan lahapnya menghabiskan isi botol susunya.  Dan ternyata bukan saya saja, karena ternyata istri pun merasakan hal yang sama.  Ada kala nya ingatan saya kembali ke masa masa awal ketika kami memutuskan untuk memberikan susu formula buat si mata bulat.  Bukan keputusan yang gampang, apalagi begitu banyak status FB maupun artikel berseliweran baik di akun saya maupun istri saya.  Tentang apa? … Tentang ASI, bagaimana si fulan bisa ASI eksklusif sampe berapa bulan bahkan tahun, bagaimana si fulan membagi link betapa jahatnya susu formula, bagaimana si fulan membagi kebahagiannya sudah memberikan ASI ekslusif.

Sungguh … dari lubuk hati yang paling dalam, kami berdua sama sekali tidak iri barang sedikitpun, justru ada kala nya kami minder karena si mata bulat hanya mendapatkan ASI sampe 3 bulan saja dan itupun tidak ekslusif.  Minder dan perasaan bersalah … karena seakan akan dari sekian banyak artikel dan status yang berseliweran bahwa orang tua yang memberi susu formula kepada bayinya adalah orang tua yang jahat.

Sampai akhirnya kami berdua sepakat untuk menguatkan diri bahwa semua itu sudah ada jalannya, kami anggap ASI itu rejeki, ada yang diberikan berlimpah, ada yang diberikan biasa dan ada juga yang diberikan sedikit atau bahkan tidak sama sekali.  Kami bersyukur kok masih bisa memberikan ASI walaupun sedikit untuk si mata bulat.

Sekarang si mata bulat sudah menjelang setahun, bahkan saya ga terlalu ingat lagi kapan si mata bulat terakhir kali sakit. Bahkan sampai sekarang pun kami masih sering terheran heran melihat polahnya yang seolah tidak pernah kehabisan energi .  Sesuatu yang sangat kami syukuri.  Ada sih kadangkala godaan untuk menjadi sedikit berbangga hati lewat status FB, bahwa dengan sufor pun si mata bulat tetap sehat wa’alafiat sementara seringkali kami mendengar anak dari teman kami yg ASI ekslusif malah sering sakit.  Tapi kemudian kami berdua sadar bahwa sehat dan sakit itu adalah anugerah dari Tuhan, seperti halnya anugerah saat pertama kali si mata bulat lahir ke dunia. Jadi bukan hak kami untuk menyombongkan anugerah dari Nya.

Sungguh niatan saya hanya sekedar berbagi pengalaman saja, bahwa memang tetap ASI itu yang terbaik buat bayi.  Tapi bukan berarti ketika kondisinya tidak seperti itu kemudian kita menjadi orang tua yang jahat.  Dan bukan berarti juga ketika ASI bermasalah jalan keluarnya semata mata hanya susu formula saja.  Sering seringlah berkonsultasi dengan dokter anak untuk memilih pengganti yang tepat.  Sekali lagi tidak ada niatan iri sama sekali dalam tulisan ini, justru saya ikut berbahagia ketika tahu bahwa orang lain bisa memberikan yang terbaik buat bayi nya.  Hanya saja ketika suatu hari nanti kami di posisi seperti itu, kami berdua memilih untuk tidak berlebihan mengungkapkannya, karena di luar sana masih banyak bayi bayi yang kurang atau bahkan tidak beruntung.

Terima Kasih

Ditulis pada Coretan ngaco | 2 Komentar

My first post after so many years …

Pagi hari setelah nyelesaiin utang kerjaan hari ini (hebat ya pagi pagi kerjaan dah beres hahahah) … iseng browsing dan googling, nemu banyak artikel bagus.  Hmmmm …. dipikir pikir sudah lama sekali saya nggak nulis sesuatu untuk dipublikasikan di media maya hahahahah maaf ya saya ga pede nyebut ini sebuah kegiatan blogging.  Sebab tulisan tulisan terdahulu saya jauh sekali dari content yang serius.  Ya hanya sekedar coret coret …. hmmm lebih tepatnya senam jari di keyboard komputer (karena saya belum punya laptop sendiri dan tidak tertarik menggunakan gadget gadget mutakhir heheheheh superkatro).

So …. jadilah tulisan pembuka ini, nggak ada maksud apa apa kok karena memang saya bukan eksibisionis :D .  Hanya saja saya merasa perlu untuk memberi semacam salam pembuka … hmmmmm salam pembuka? Pede amat kalo ntar ntarnya bakal sering nulis heheheheheh.  Mudah mudahan sih begitu, karena setelah dipikir pikir lagi kemana aja beberapa tahun terakhir ini ga pernah nulis nulis lagi (maaf ya update status FB bukan saya anggap bagian dr menulis ide, karena itu hanya statemen pendek yg kebetulan sedang terlintas saat itu heheheheh)

Saya membuat blog ini murni buat nyalurin kata hati aja (jiahahahahahha kata hati) … mudah mudahan saya bisa menjaga hati saya agar tidak menebarkan aroma permusuhan, kebencian ataupun jenis kekerasan lainnya karena tidak ada yang lebih indah selain hidup yang berdampingan secara damai … Piss ah

Ditulis pada Coretan ngaco | Tinggalkan Komentar